Takut Berumah Tangga

Source: www.cheektocheek.net

Saya wanita lajang 25 tahun. Ada sesuatu yang mengganjal saya. Banyak pria yang berniat serius tapi saya tolak. Lantaran waktu kecil tanpa sengaja saya mergokkin orang tua lagi berhubungan intim. Kadang bapak memaksa, sehingga seringkali ibu menangis pasrah. Karena kejadian itu, saya trauma berumah tangga. Hati saya pengen banget punya pasangan, tapi rasa takut itu terus menghantui saya. Mohon bimbingannya.

Jawab:

Halo pembaca genie yang setia. Apa yang Anda lihat semasa kecil memang bisa menjadi pengalaman tersendiri untuk Anda. Dan pengalaman itu akan selalu Anda ingat. Buruknya, Anda takkan pernah tahu apakah pengalaman itu adalah pengalaman baik atau buruk. Dan Anda pun takkan bisa memaksakan diri untuk selalu menerima pengalaman yang baik selamanya.

Oleh karena itu, dibutuhkan niat yang kuat dari dalam diri Anda untuk melupakan kejadian yang kurang Anda sukai. Akan lebih bagus lagi bila Anda bisa melupakan kejadian tidak menyenangkan dalam waktu yang relatif singkat, walaupun pada kenyataannya tidaklah mudah. Kembali ke pengalaman Anda waktu kecil. Dari surat Anda, sepertinya pada saat itu Anda tidak hanya melihat, namun juga berempati, seolah ikut merasakan apa yang ibu Anda rasakan. Kalau sudah demikian, tak jarang hal tersebut akan meninggalkan perasaan tidak nyaman untuk Anda sendiri. Bahkan demikian membekasnya kejadian itu, Anda sendiri merasa tidak mampu mengatasinya dan seolah menjadi bagian dari hidup Anda. Tak heran mengapa saat ini muncul rasa takut yang berlebihan pada diri Anda sendiri. Dampak yang paling kelihatan adalah ketika Anda harus mengambil keputusan untuk masa depan Anda sendiri. Karena perasaan takut Anda yang berlebihan, pengambilan keputusan menjadi hal yang begitu sulit, apalagi soal memantapkan hati, meskipun sudah banyak orang yang berniat menjalani hubungan yang serius dengan Anda.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda nyaman dengan kondisi seperti ini? Apakah Anda selamanya akan membiarkan diri Anda dikuasai oleh rasa takut itu? Dari surat Anda kami tahu bahwa saat ini Anda sendiri sebenarnya ingin hidup normal, alias ingin berkeluarga seperti yang lain. Hanya saja, saat ini Anda masih bingung karena rasa takut masih menempel kuat di benak Anda.

Lalu apa yang harus Anda lakukan? Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Anda mulai belajar untuk bersikap positif. Usahakan apa pun yang Anda lihat bisa kembali Anda pikirkan dan lihat dari perspektif yang lebih positif. Anggaplah rasa takut yang terus menghantui Anda sebagai sebuah ilusi dan gantikan pikiran itu dengan bayangan kebahagiaan bila nanti Anda memiliki pasangan hidup. Dengan demikian, pikiran dan perasaan Anda yang negatif perlahan tergantikan dengan sesuatu yang lebih positif. Terus lakukan ini dan Anda akan menemukan kebahagiaan itu. Be positive!

Ardhana Bayurindra B, C.H

Konsultan Hipnoterapis dari Daya Insani, Konsultan Psikologi & Hipnoterapi, Jakarta

Artikel diambil dari Tabloid Genie tahun 2009

Tagged with: , , ,
Posted in Media Posting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


4 + 8 =

WhatsApp chat