Tahun Baru, Hidup Baru

Banyak dari kita yang menaruh harapan untuk bisa mencapai kehidupan yang lebih baik di tahun baru ini dengan menetapkan new year’s resolution. Tahun baru melambangkan sebuah harapan dimana kita bisa memulai dan menata kehidupan yang lebih baik dengan lembaran baru yang bersih. Tapi pada kenyataannya banyak dari kita telah meninggalkan atau melupakan resolusi yang kita buat pada 1 Januari sebelum kita sampai pada bulan Februari. Mengapa hal ini terjadi? Mengapa kita tidak bisa konsisten dengan resolusi yang telah kita tetapkan di tahun yang baru ini?

Resolusi berasal dari kata resolve. Bila kita lihat di kamus Merriam-Webster, resolve memiliki arti to reach a firm decision. Berarti resolusi adalah suatu keputusan yang telah kita buat dengan hati yang yakin dan bukan suatu keputusan yang kita buat dengan setengah hati. Jadi tidak heran banyak dari kita menyerah terhadap resolusi yang kita tetapkan sendiri karena resolusi tersebut ditetapkan dengan setengah hati. Kalau tercapai alhamdulillah, kalau tidak tercapai ya tidak apa-apa juga.

Dalam menetapkan suatu resolusi, kita perlu sebuah visi yang fokus dan dapat menarik diri kita untuk menjadi lebih baik. Dengan visi yang fokus, kita dapat melihat dengan jelas hasil yang kita inginkan dan secara tidak sadar telah memerintahkan pikiran kita untuk mencapai visi tersebut. Mungkin kita pernah memikirkan dan sangat menginginkan satu jenis mobil. Pada hari biasa mobil tersebut sebenarnya banyak berlalu-lalang di jalanan tapi tidak terlihat oleh kita, tapi khusus pada hari tersebut sepertinya kita selalu melihat jenis mobil itu dimana-mana. Inilah contoh dimana pikiran kita dapat mencari hal-hal yang relevan untuk mewujudkan sebuah visi apabila visi tersebut fokus dan jelas.

Selain visi, kita juga perlu sebuah alasan yang kuat untuk menuntaskan resolusi yang telah kita tetapkan. Tanpa alasan yang kuat, maka kemungkinan besar kita tidak akan menuntaskan resolusi tersebut karena tidak ada efek signifikan yang dirasakan dari resolusi tersebut dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, apabila suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan, kita dikejar seekor anjing yang akan menggigit kaki kita. Maka kita mempunyai alasan yang kuat untuk melakukan usaha apapun, termasuk memanjat pohon yang pada hari biasa mungkin tidak akan mampu kita panjat, agar kaki kita dapat terlindungi. Intinya, dengan alasan yang kuat segala halangan yang kita hadapi, seberapapun beratnya halangan itu, akan dapat kita lewati.

Viktor Frankl

Dalam setiap kehidupan, selalu akan ada rintangan yang harus kita lewati apabila kita ingin berkembang dan menjadi lebih baik. Sama seperti yang dialami oleh seorang Viktor Frankl. Viktor Frankl adalah seorang psikiater berkebangsaan Austria yang ditawan di Auschwitz, kamp konsentrasi Nazi Jerman terbesar yang sangat terkenal keburukannya pada saat perang dunia II. Berbagai macam siksaan dan kekejaman yang dilakukan oleh tentara Nazi kepadanya tidak mempengaruhi semangatnya untuk hidup. Mengapa? Karena dia mempunyai alasan yang kuat untuk tetap hidup agar dapat bertemu kembali dengan istrinya. Rasa cinta Viktor yang begitu besar akan istrinya dapat mengalahkan cobaan hidup yang begitu berat di kamp konsentrasi Auschwitz. Luar biasa!

Tahun akan selalu berganti dan tidak akan pernah kembali. Semoga di tahun yang baru ini kita bisa mencapai kehidupan yang lebih baik dan menuntaskan resolusi yang telah kita tetapkan. Dengan visi yang jelas dan alasan yang kuat serta usaha yang sungguh-sungguh, insya Allah, kita akan dapat menuntaskan resolusi yang kita tetapkan di awal tahun baru ini. Selamat tahun baru untuk kita semua! Bersemangat! [ABS]

“He who has a why for life can put with any how.” ~ Frederick Nietzsche

References

http://www.rjgeib.com/thoughts/frankl/frankl.html

Tagged with: , ,
Posted in Motivation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


6 + = 11

WhatsApp chat