Self-Acceptance: Kunci Kebahagiaan

Siapa saya? Ini adalah pertanyaan yang penting untuk Anda tanyakan kepada diri Anda sendiri. Jika Anda jujur dalam menjawab pertanyaan ini, maka Anda akan mengetahui siapa diri Anda yang sebenarnya. Dengan mengenal dan menerima diri Anda yang sebenarnya akan mudah bagi Anda untuk bahagia.

Pada dasarnya semua orang mempunyai tujuan hidup yang sama, yaitu meraih kebahagiaan atau bahasa kerennya the pursuit of happiness. Untungnya, untuk mencapai kebahagiaan tidak diperlukan stimulus dari luar diri Anda. Semua yang diperlukan untuk kita bahagia sudah ada di dalam diri kita sendiri. Pernahkah Anda memperhatikan anak-anak bermain? Mereka terlihat begitu bahagia bermain dengan mainan apa adanya. Imajinasi mereka yang membuat permainan itu menjadi hidup dan begitu mengasyikkan. Mereka tidak memerlukan iPad atau Xbox untuk bahagia, cukup diri mereka sendiri.

Kehidupan modern dan pemikiran yang ada pada saat ini menitikberatkan kesuksesan dan kebahagiaan seseorang dengan sesuatu yang dapat diukur. Berapa besar gaji saya? Berapa banyak mobil yang saya miliki? Siapa teman-teman saya? Apa jabatan saya? Semua ini adalah pertanyaan yang sering diungkapkan baik dari orang lain maupun dari diri kita sendiri untuk mengukur kesuksesan dan kebahagiaan seseorang.

Ada masalah yang mendasar dalam mengukur kebahagiaan dan melandaskan jati diri Anda pada hal-hal seperti ini, karena semua itu berada diluar kendali Anda. Apa yang akan terjadi bila suatu saat semua harta Anda lenyap, jabatan Anda diturunkan dan teman-teman meninggalkan Anda. Kehidupan itu dinamis dan pada suatu saat hal-hal tersebut mungkin terjadi. Jika kebahagiaan Anda tergantung pada hal-hal tersebut, maka Anda akan merasakan kesedihan yang mendalam bila hal-hal tersebut hilang dari kehidupan Anda.

Untuk menghindari depresi atau kesedihan yang mendalam, landaskan jati diri Anda pada prinsip hidup yang permanen dan universal atau “true north” seperti yang diungkapkan oleh Stephen Covey di bukunya yang berjudul “The 7 Habits of Highly Effective People”. Hal-hal seperti kepercayaan pada Tuhan, welas asih, anti kekerasan dan kebaikan tanpa pamrih adalah hal yang independen terhadap perubahan yang ada diluar diri Anda.

Semua prinsip hidup ini sudah ada pada diri Anda, hanya saja belum terungkap dan akan tergantung dengan tingkat kesadaran kita masing-masing. Dengan introspeksi diri, Anda dapat mengenal siapa diri Anda dan tujuan hidup Anda yang sebenarnya. Terimalah diri Anda apa adanya dan pisahkan jati diri Anda dari posisi atau status sosial Anda. Setelah itu barulah Anda bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup yang sebenarnya.

Proses menerima semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita inilah yang disebut sebagai self-acceptance. Dengan self-acceptance Anda dapat meraih ketenangan. Apabila Anda sudah jujur dengan diri sendiri dan dapat menerima diri Anda apa adanya, kondisi diluar diri Anda yang selalu berubah tidak akan berpengaruh terhadap ketenangan dan kebahagiaan Anda. Accept everything about yourself and be happy, now! [ABS]

“Until you make peace with who you are, you’ll never be content with what you have.” ~ Doris Mortman

Referensi

Stephen Covey, The 7 Habits of Highly Effective People

www.stevepavlina.com

Dengan label: , , , ,
Ditulis di Motivasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


+ 1 = 9