Kisah Santi*

Saya single, muda, umur belum kepala 3. Background saya teknik, ikut jejak orangtua yang sama-sama lulusan sekolah teknik terbaik negri ini. Saya tidak ingat bagaimana bisa ’tercebur’ ke dalam dunia keuangan. Mulanya hanya coba-coba, ingin tahu rasanya ’bekerja’… Diterima sebagai staf akuntansi, kemudian diangkat jadi supervisor, lalu naik, naik, tahu-tahu sudah jadi manajer keuangan. Pindah perusahaan lain, lebih besar, dan punya afiliasi dengan perusahaan asing. Karena pengalaman di keuangan, diterima kembali di bagian keuangan. Sama sekali tak ada hubungannya dengan ilmu yang saya pelajari di perguruan tinggi.

freeApa iya kerja ini cocok buat saya, bukan di teknik? Gaji sih oke, di atas 20 juta. Untuk buktikan memang mampu, saya ambil S2 keuangan. Dapat titel MM, lulus dengan nilai top. Apa iya ini bidang saya? Saya tidak punya masalah dengan pekerjaan saya. Semua bisa saya tangani dengan baik. Penilaian kinerja juga bagus. Saya semakin dapat kepercayaan.

Tapi belakangan ini, ada rasa hampa.., semangat menurun! Jangan-jangan salah langkah, masuk dunia yang keliru! Ada apa dengan saya? Ada yang salah pada diri saya? Saya tak bahagia……….

Melalui konseling karir, Santi akhirnya menemukan dunianya yang ternyata pernah jadi impiannya di masa kecil. Dan dia mulai merencanakan hidup barunya.

*bukan nama sebenarnya

Tagged with:
Posted in Counseling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


4 + = 6

WhatsApp chat