Karier + Passion = Bahagia?

Image: stevenaitchison.co.uk

You’ve got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work.

Kutipan tersebut disampaikan oleh Steve Jobs (CEO Apple Computer dan Pixar Animation Studios) dalam pidatonya di hadapan wisudawan Universitas Stanford, 12 Juni 2005. Melalui pidatonya tersebut ia menceritakan bagaimana ia tetap bersemangat menjalani karier yang ia cintai setelah ia dipecat dari Apple. Bahkan Steve Jobs terus bersemangat menjalani karier yang ia cintai sampai akhir hidupnya. Cerita Steve Jobs mengingatkan kita tentang bagaimana cara menjalani karier dengan semangat, yaitu dengan menjalani karier sesuai dengan apa yang benar-benar kita cintai, kita inginkan, dan membuat kita bahagia ketika menjalaninya.

Karier adalah pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Jika dibalut dengan passion yang kuat, maka harapan itu dapat lebih mudah dipenuhi. Passion merujuk pada perasaan yang sangat kuat terhadap sesuatu. Passion dapat diartikan sebagai suatu antusiasme atau keinginan terhadap kegiatan, objek, atau konsep. Oleh karena itu karier erat hubungannya dengan passion.

Seorang yang suka bertemu dengan banyak orang dan pandai meyakinkan orang lain mungkin akan lebih bersemangat memulai karier sebagai sales marketing. Seseorang yang sangat suka musik akan lebih bersemangat jika menjalani karier sebagai musisi profesional. Seorang yang sangat suka membuat kue dan roti mungkin akan lebih bersemangat menjalani karier sebagai pengusaha bakery. Seorang teman, sarjana teknik yang sukses menyelesaikan sekolahnya dengan nilai terbaik dan mendapatkan pekerjaan di perusahaan ternama, ternyata lebih suka menjadi brand manager daripada menjadi tenaga ahli di pabrik perakitan. Mengapa? Sebab ia suka bertemu dengan banyak orang, suka berpakaian menarik, dan ingin menjadi pegawai ’kantoran’. Ia bahagia dan menikmati pekerjaannya sehingga strategi yang dieksekusinya pun berhasil meningkatkan penjualan perusahaan pada tingkat maksimal.

Seperti halnya kesukaan Bill Gates pada dunia komputer dan pemrograman, membuatnya sukses mengembangkan perangkat lunak Microsoft yang sekarang banyak digunakan orang. Begitu pula antusiasme Albert Einstein pada ilmu pengetahuan membuatnya terus menggali teori-teori yang ia kembangkan, sehingga teori-teorinya terus digunakan hingga saat ini.

Bekerja sesuai dengan passion menghadirkan perasaan senang, nyaman, tenteram, dan nikmat. Bekerja sesuai dengan passion membuat kita lebih bersemangat dan termotivasi sehingga semua rintangan dapat terlewati. Passion adalah energi yang datang dari diri kita sendiri ke dalam apa yang kita lakukan. Passion adalah kekuatan kita. Dan kekuatan itu tak melulu berkaitan dengan keahlian, tetapi justru lebih berkaitan dengan apa yang sangat kita nikmati dan membuat kita bahagia ketika melakukannya. Seperti kata-kata Bunda Teresa, ”The miracle is not that we do this work, but that we are happy to do it.

Menemukan passion berarti membuat jalan kebahagiaan kita sendiri. Kita yang menentukan aturan tentang bagaimana kita melakukannya. Mari temukan passion diri dan be the happiest me. [IDS]

__________________________________________________________________

There is no reason not to follow your heart. Stay hungry. Stay foolish.” ~ Steve Jobs

Referensi: http://news.stanford.edu/news/2005/june15/jobs-061505.html; http://id.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates; http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein; http://badanbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/; Suhardono, Rene. 2010. Your Job is Not Your Career. Literati.

Dengan label: , ,
Ditulis di Konseling

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


3 + 1 =