Ingin Anak Anda Sukses? Pahami 3 Tahapan Dalam Perkembangan Anak

Sebagai orangtua sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk mendidik dan mengasuh anak. Tentunya Anda menginginkan anak tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan independen.

Walau kompleks, mendidik dan mengasuh anak itu tidak terlalu sulit. Asalkan Anda tahu tahapan-tahapan dalam perkembangan anak. Secara garis besar perkembangan anak menjadi orang dewasa dapat dibagi menjadi 3 tahapan. Dan apabila Anda dapat mengenali tahapan dan mengetahui apa yang diperlukan oleh anak pada tahap tersebut, maka kemungkinan besar anak dapat tumbuh kembang menjadi orang dewasa yang Anda dambakan.

Apa saja tahapan-tahapan itu? Yuk kita simak!

Tahapan #1 Tuan Besar. Tahapan ini dimulai sejak anak lahir sampai anak berusia 7 tahun. Sebagai ‘Tuan Besar’ anak mempunyai kebebasan untuk melakukan apa yang diinginkannya. Biarkan anak untuk bebas bermain dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya asalkan tidak membahayakan dirinya. Ini adalah saat untuk anak mengembangkan kekuatan tubuhnya dengan melakukan aktivitas fisik dan olahraga.

Pada tahap ini anak belum sepenuhnya siap untuk mengikuti pendidikan formal. Tapi bukan berarti anak tidak dapat belajar atau mengerti apa yang terjadi yang disekitarnya, sama sekali bukan. Anak akan belajar dengan cara mengobservasi dan meniru dari yang ia lihat di lingkungan sekitarnya. Maka untuk Anda sebagai orangtua perlu menunjukkan dan mencontohkan kebiasaan-kebiasaan yang baik pada kehidupan sehari-hari agar anak ‘tertular’ dengan kebiasaan tersebut.

Intinya, tahapan awal ini adalah kesempatan untuk menanamkan pendidikan moral dan karakter untuk tahap selanjutnya. Jadi bagi Anda sebagai orangtua bebaskan anak untuk bermain saat ini. Tahapan ini bukan waktu yang tepat untuk mendidik anak Anda menjadi seorang Einstein. They are children, let them play!

Tahapan #2 Hamba. Tahapan ini dimulai ketika anak berusia 8 tahun sampai dengan 14 tahun. Apabila di tahap sebelumnya anak mempunyai banyak kebebasan, di tahap ‘Hamba’ ini ditandai dengan penekanan pada disiplin dan pendidikan. Pendidikan di tahap ini mencakup pendidikan formal dan juga pendidikan etika.

Penting untuk Anda sebagai orangtua untuk mendisiplinkan anak berdasarkan dialog pemahaman, tapi tegas. Anak harus menyadari bahwa ada aturan-aturan yang harus ia ikuti dan batasan-batasan yang tidak boleh ia langgar. Namun, ketika anak melakukan kesalahan atau melanggar aturan jangan dimarahi atau dibentak. Karena hal ini akan memberikan trauma pada anak dan efek yang tidak baik ketika anak menjadi dewasa nanti. Sebaliknya, berikanlah teguran atau hukuman dengan cara yang sabar dan tenang.

Selama tahap ini, Anda juga sudah bisa memberikan tugas dalam menjaga kebersihan rumah kepada anak untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab. Tentunya pekerjaan dan tugas yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan anak.

Tahapan #3 Menteri. Tahap terakhir ini dimulai ketika anak berumur 15 tahun dan berakhir saat berumur 21 tahun. Pada tahapan ini anak sudah mulai cenderung untuk independen dan terkadang memberontak pada orangtuanya. Apabila Anda tidak melakukan tugas dan kewajiban dengan baik pada tahap 1 dan 2, maka jangan bingung apabila banyak masalah timbul di tahap terakhir ini.

Sebagai ‘Menteri’, anak Anda sudah tidak bisa lagi diperlakukan sebagai seorang ‘Hamba’. Sistem hukuman dan ganjaran yang diterapkan pada tahap kedua sudah tidak cocok lagi. Peran Anda terhadap anak di tahap ini lebih menyerupai seorang teman. Berikan kepada anak saran dan diskusikan masalah yang ia sedang hadapi layaknya seorang teman.

Pada tahap ini anak juga cenderung mempunyai ide-ide yang baru dan pandangan yang berbeda dari Anda. Sebagai orangtua yang bijak, Anda harus menghargai dan jangan pernah mengecilkan ide atau pandangan anak. Sebaliknya, apabila ide-ide tersebut baik, maka Anda harus mendukungnya. Dengan begitu anak akan tahu bahwa ia punya orangtua yang akan mendukungnya ketika sedang mengalami masalah dalam hidupnya.

Itulah tiga tahapan yang sangat penting dalam perkembangan anak. Semua tahapan tersebut saling terkait satu dengan yang lain. Jadi Anda tidak bisa pilih-pilih akan ikut serta hanya dalam satu atau dua tahapan saja. Peran Anda sebagai orangtua sangat diperlukan pada setiap tahapan. Semoga dengan mengetahui cara berinteraksi dengan anak dan pendidikan apa yang penting bagi anak pada setiap tahapan, Anda dapat membantu anak tumbuh kembang menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan independen. [ABS]

Referensi:

The Family Life of Islam by Sayyid Saaed Akhtar Rizvi

Dengan label: ,
Ditulis di Parenting

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


8 + = 9