Hilangkan Budaya Instan dari Diri Anda!

Tentunya sebagian besar dari Anda sudah pernah makan mie instan. Apalagi ketika perut sudah bergejolak dan belum ada makanan yang siap untuk disantap, maka mie instan menjadi solusi yang praktis, murah dan efektif dalam mengatasi kelaparan. Dengan persiapan masak yang mudah dan waktu masak yang singkat, mie instan menjadi makanan yang populer di masyarakat. Tanpa mempunyai ketrampilan masak, siapapun bisa menyiapkan mie instan asalkan bisa menyalakan kompor.

Sayangnya, kebiasaan mengkonsumsi mie instan telah menular dan menjadi kebiasaan hidup sebagian masyarakat saat ini. Banyak dari kita yang ingin mendapatkan hasil yang berlimpah tetapi untuk mencapai penghasilan tersebut maunya dalam waktu yang singkat dan dengan usaha yang minimal. Apa-apa inginnya instan, maka jangan heran bila sekarang korupsi semakin menjamur.

Kebiasaan ingin serba instan ini juga tercerminkan dalam kondisi lalu lintas yang semakin semerawut. Banyak dari kita yang supaya dapat lebih cepat sampai di tujuan melanggar rambu-rambu dan peraturan lalu lintas. Akibatnya bukan sampai lebih cepat tapi menjadi lebih lama karena lalu lintas menjadi lebih macet lagi akibat ulah kita sendiri.

Lalu bagaimana solusinya untuk mengatasi budaya serba instan ini?

Ini jawabannya: Belajarlah untuk sabar!

Hasil Yang Baik Perlu Waktu dan Komitmen

Bagi Anda yang sudah pernah ke Yogyakarta tentu sudah tidak asing dengan gudeg. Dengan rasanya yang manis dan gurih sangat nikmat untuk disantap dengan nasi yang hangat.

Tapi tahukah Anda bahwa untuk menghasilkan gudeg dengan cita rasa yang lezat diperlukan waktu, kesabaran dan tentunya ketrampilan dalam mengolahnya. Gudeg yang baru saja matang rasanya hambar dan kurang menggigit, tapi setelah dibiarkan menginap semalam rasanya semakin menyatu dan bertambah lezat. Bahkan semakin lama gudeg itu menginap akan semakin bertambah kelezatannya.

Demikian juga dengan kehidupan Anda. Apabila Anda ingin mencapai suatu pencapaian yang berharga maka diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan kesabaran. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mencapai suatu pencapaian yang berharga akan penuh dengan rintangan dan cobaan. Disinilah kesabaran seseorang akan diuji.

Jangan berharap hasil yang baik akan terjadi secara instan. Seperti kata pepatah, “Rome wasn’t built in a day!”

Waktu Anda terus berjalan. Jangan sia-siakan waktu yang berharga ini untuk hal-hal yang tidak bermanfaat untuk masa depan Anda.

Mulai saat ini, tentukan tujuan hidup Anda. Usahalah dengan giat dan penuh kesungguhan untuk merealisasikan hal-hal yang Anda inginkan dalam hidup Anda dengan penuh kesabaran. [ABS]

Dengan label: , , ,
Ditulis di Refleksi Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


+ 7 = 15