“English in your mind!”, speak Indonesia please..(Hypno-alternation)

Editor’s Note: Berikut ini adalah guest post Ardhana Bayurindra dari Into The Zone

Halo metazone followers!

Ada secuplik peristiwa yang ingin saya share dengan Anda semua, yaitu saat saya melakukan perjalanan ke Massachusetts, USA tahun 2010 lalu untuk menghadiri ‘NGH’convention. Tepatnya di kota kecil Marlborough sekitar satu jam perjalanan kereta dari Boston.

Apa yang akan saya ceritakan di sini tidak berhubungan dengan nuansa perjalanan ataupun bagaimana hijaunya Massachusetts di lihat dari kursi kereta bahkan juga bukan cerita tentang bagaimana proses kegiatan convention yang berlangsung. Tetapi persisnya, saya mau berbagi cerita tentang bagaimana persiapan saya untuk beradaptasi dengan lingkungan di sana yang serba ‘American‘ dan semua berbahasa Inggris. Apalagi setelah saya memastikan bahwa dalam convention itu tidak ada peserta lain dari Indonesia dan tidak saya temukan komunitas Indonesia di kota kecil Marlborough itu (sepengetahuan saya sih ini..). Lalu untuk apa saya melakukan persiapan ini? Begini, pada dasarnya saya memiliki pengetahuan dan pengalaman berbahasa Inggris bahkan semasa usia 6-8 tahun saya tinggal dan bersekolah di USA (North Carolina) tetapi itu dulu, walaupun saya sendiri masih terus memperkaya diri dengan pengetahuan dan ketrampilan ini tetap saja bukan hal yang mudah…sekali lagi bukan hal mudah bagi saya untuk dapat bersosialisasi di sana dengan percakapan dalam bahasa Inggris apalagi to live among them in a short time period. Wong, lidah saya lebih mbulet djowone!

Kegiatan saya di sana bukan saja dalam rangka convention itu, tetapi juga dalam upaya meraih sertifikasi hipnosis di bidang olah raga. Jadi ya..mau tak mau saya harus mempersiapkan diri saya secara matang, dalam pengertian lain…. altering the mind set! Dari pola pikir, rasa dan ucap yang sehari-hari berbahasa Indonesia ke konsep menyeluruh bahasa Inggris (bahkan saya harus bisa berpikir dalam bahasa Inggris!). Nah jelasnya, saya tidak mau perjalanan saya ke sana sia-sia, belum lagi mengingat betapa saya sudah menabung selama hampir setahun untuk bisa ikut dalam convention ini! So, I must succeed! Ini terus-menerus saya ulang dalam pikiran saya.

Ok akhirnya, what did I do? Saya melakukan ‘self-hypnosis’. Ya. Self-hypnosis yang menolong saya untuk dengan mudah men-switch; mind and mentally; dari konsep Indonesia ke konsep Enlgish language. Saya lakukan ini sejak saya mulai melangkahkan kaki saya menaiki pesawat Garuda Indonesia menuju Amsterdam.Altering dan switching ini saya harapkan sudah bisa saya rasakan saat tiba di Amsterdam nantinya, selanjutnya dan seterusnya hingga kembali lagi ke Jakarta. And….it did! Saya benar-benar melakukannya, bahkan saya sempat mendapat kesulitan untuk merangkai kalimat dalam bahasa Indonesia saat saya mau ber-text message dengan anak dan adik saya di Jakarta! Luar biasa! Satu kondisi yang saya sendiri amazed dengan hal ini. Bahkan sampai sekarang sayapun masih sering menceritakan peristiwa ini pada klien ataupun murid-murid saya.

Ini yang saya sebut dengan istilah ‘hypno-alternation’, suatu kondisi dimana diri menjadi begitu terbuka subconsciously dan menghadirkan sisi lain pengetahuan dan pengalaman diri yang tersimpan dalam memori (integrative; baik pikiran, perasaan, emosi, motorik dll), termasuk sikap dan prilaku sesaat. Ibaratnya kita seperti bermain peran, dan selama itu diri kita menjalani hidup yang berbeda (ini bisa juga dipraktekkan oleh aktor dan aktris, untuk mengoptimalkan peran yang mereka bawakan). Kembali pada cerita saya saat itu, sejumlah besar teman-teman baru saya saat itu bertanya tentang berapa lama saya sudah berada di sana. Saya menjawab, “Dua hari”. Lalu mereka bingung, “Excuse me? I mean how long have you been here, in the United States?“, saya jawab, “Two days“. Lalu salah seorang dari mereka menimpali dengan serius, “I thought at least for about two years!, your English is more like Texas accent. I thought you came from there!“. Sayapun tertawa, apalagi saat di antara mereka meyakinkan teman-teman lainnya, “I’m pretty sure English is the second language in his country. Isn’t it?

I was pretty amazed to this alteration, even my sister back in Jakarta had to say, “Speak Indonesia please….”

salam dari zona bawah sadar Anda…

Ardhana Bayurindra adalah konsultan hipnoterapi dari Daya Insani. Anda dapat membaca artikel-artikel menarik mengenai hipnosis dan hipnoterapi yang ditulis olehnya di blog beliau Into The Zone. Beliau juga melatih self hypnosis dalam sebuah mini workshop. Bagi Anda yang ingin belajar tentang self hypnosis dapatkan infonya disini.

Tagged with: , , ,
Posted in Hypnotherapy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


+ 2 = 9