Ayo Tanamkan Sugesti Positif Kepada Anak!

“Lihat tuh Ma nilai rapor Ribka, banyak merahnya. Gimana sih ngajarin belajarnya. Buat malu Papa saja!”

Wah kalau orangtua sudah saling menyalahkan, ujung-ujungnya anak juga yang jadi korbannya! kasihan kan si kecil?

Daripada saling menyalahkan dan tak ada ujung pangkalnya, kenapa nggak coba hypnoparenting saja!

Mengapa Hypnoparenting?

Diakui Ardhana Bayurindra B., S.Sos, MA, CH (NGH) — Hypnotherapist, PT. Daya Insani (Konsultan Psikologi & Hipnoterapi) — bahwa banyak ornagtua kehabisan akal dalam membantu anak melewati masa tumbuh kembangnya, utamanya ketika si kecil bermasalah. Entah itu dia sulit bergaul, memberontak, malas belajar, dan masih banyak lagi. Sayangnya, semua direspon dengan emosi berlebihan. Karena itu, munculllah hypnoparenting.

Apa itu hypnoparenting? “Berasal dari kata hypno dan parenting. Hypnosis adalah proses memasukkan informasi menuju pikiran bawah sadar. Sedangkan, parenting merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengasuhan anak,” ulas Ardhana.

Komunikasi Dua Arah!

Lagi tegasnya, hypno ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan mistis. Melalui kekuatan kata-kata yang mengandung SUGESTI POSITIF mampu membuat anak berperilaku positif. Dan parenting ini mengandung nilai-nilai positif yang hendak ditanamkan kepada anak.

Uniknya hypnoparenting ini dilakukan dalam kondisi sadar (awakening hypnosis), mengobrol misalnya.

Kunci utama: KOMUNIKASI DUA ARAH! syaratnya berikan sugesti itu dalam suasana yang menyenangkan. Ini membuka akses menuju pikiran bawah sadar menerima informasi dan disimpan dalam otak,” terang alumnus National Guild of Hypnotists.

Ambil contoh, saat anak terjatuh. Kalau biasanya Moms or Dads melontarkan reaksi yang bersifat menyalahkan, seperti “kalau jalan lihat-lihat. Sudah tahu ada batu!”. Sekarang, coba ganti isi pernyataan dan ajaklah si kecil berinteraksi dengan cara yang lebih positif, seperti “bagaimana rasanya Nak, sakit? Lain kali kalau jalan hati-hati, ya”.

Intinya menurut Ardhana, dalam menghadapi perilaku anak orangtua musti sabar.

Kenali Tipe Belajar Anak!

Tak hanya komunikasi, rupanya dalam penerapan hypnoparenting, orangtua musti memerhatikan tipe belajar yang menonjol dalam diri anak. Mengapa? “Ya, ketika anak fokus terhadap sesuatu hal, maka ketika itu pula informasi positif dapat disalurkan menuju pikiran bawah sadar,” imbuh Ardhana.

  • Visual: anak bertipe ini belajar melalui peragaan dan pengamatan. Mereka mempunyai imajinasi yang kuat dengan melihat gambar. dalam komunikasi tidak banyak bicara dan cenderung memerhatikan sesuatu. Memiliki apresiasi terhadap seni. Misalnya saja, mengajak si kecil mengerjakan PR. Mintalah dia membuat check-list mengenai tugas-tugas yang sudah atau belum diselesaikan.

  • Kinestetik: anak tipe ini lebih mudah belajar ketika melakukan sesuatu secara langsung. Jangan hanya sekedar menjelaskan secara abstrak. Karena saat mengekspresikan sesuatu pun, dia akan melompat, memeluk, menepuk, atau dengan gerakan tubuh lainnya. Umpamanya, belajar mengenai tanaman. Ajaklah si kecil menuju kebun. Perlihatkan aneka jenis tanaman dan bagaimana mereka tumbuh.

  • Auditif: anak auditif mudah belajar dengan instruksi dari orang lain. Agar si kecil mudah mengingat sesuatu, lakukan pengulangan berulangkali. Mereka tidak mengandalkan detil, namun pendengaran. Contohnya, mendongengkan anak. Dia akan mengingat cerita-cerita itu hingga dewasa kelak.

Artikel diambil dari MOM & KIDDIE, Edisi 11, Tahun V, 3-16 Januari 2011

Hasil wawancara dengan: Ardhana Bayurindra B., S.Sos, MA, CH (NGH), Hypnotherapist PT. Daya Insani, Konsultan Psikologi & Hipnoterapi, Jakarta

__________________________________________________________________

“The more you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go.” ~ Dr. Seuss, I Can Read With My Eyes Shut!

Dengan label: , , ,
Ditulis di Artikel Media

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*


2 + = 6